blog
25%
beranda / blog / piala dunia terbaik

Piala Dunia Terbaik

Oleh Admin Pada 20 Juli 2026 0 Komentar
Piala Dunia Terbaik

Saat artikel ini ditulis, gelaran piala dunia 2026 sedang berlangsung dengan meriahnya. Pertandingan yang mempertemukan tim-tim sepak bola terbaik di Planet Bumi ini selalu sukses menyita perhatian. Digelar di tiga negara sekaligus yakni Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko, konon pildun kali ini menjadi pertandingan sepak bola dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang gelaran piala dunia.

Tapi anehnya, kemeriahan dan euforia piala dunia 2026 masih belum bisa mengalahkan kemeriahan piala dunia 2010. Bagi saya, ajang piala dunia terbaik masih dipegang oleh piala dunia 2010 yang diadakan di Afrika Selatan. Ternyata bukan saya saja yang merasa demikian, banyak warganet yang sepakat dan merasakan hal yang sama (mungkin termasuk Kisanak yang sedang membaca artikel ini).

Piala Dunia 2010

Pemenang Piala Dunia 2010

Diadakan di Afrika Selatan dengan Spanyol sebagai juaranya. Pildun ini sebenarnya sama saja dengan pildun lainnya. Ada lagunya, ada maskotnya, tim-tim yang bertanding juga adalah tim terbaik di muka bumi. Lalu apa yang membuatnya istimewa?

Waka-waka & Wavin Flag

'Waka-waka' adalah judul lagu yang menjadi official theme song piala dunia 2010 dengan Shakira sebagai penyanyinya. Lirik dan nada lagu ini sangat mudah menempel di kepala hingga menjadi 'ear worm' kala itu dan bahkan masih bertahan hingga saat ini.
Saya yakin Kisanak juga sudah tidak asing lagi dengan lirik 'Samena-mena ee, waka-waka ee...' yang merupakan penggalan lirik dari lagu 'Waka-waka'. Saat mendengar penggalan lirik tersebut, otak saya (dan mungkin Kisanak) akan langsung merespon dengan melakukan sambung lirik, meskipun belepotan karena tidak hafal kata-katanya secara fasih.

Selain lagu resmi, lagu dari pihak ketiga seperti 'Wavin Flag' yang dinyanyikan Knaan juga sangat populer. Bahkan popularitas lagu yang dinyanyikan penyanyi asal Afrika Selatan ini mungkin melebihi 'Waka-waka' yang menjadi lagu resminya. Gemuruh suara drum dan teriakan "Oooooooo..." yang khas pada intro lagu 'Wavin Flag', sukses "meracuni" pikiran dan telinga pendengarnya sehingga suaranya terus terngiang-ngiang di telinga sampai sekarang.

Zakumi

Tidak lengkap rasanya sebuah acara pesta olahraga tanpa adanya maskot. Dan Zakumi menjadi maskot resmi piala dunia 2010. Doi ini adalah seekor macan tutul dengan tubuh berwarna kuning dan rambut yang berwarna hijau.

Kira-kira seperti inilah penampakannya:

Zakumi

Nama Zakumi berasal dari dua kata yakni "Za" yang merupakan kode internasional untuk Afrika Selatan, dan "Kumi" yang berarti 10. Jika diterjemahkan secara bebas, mungkin artinya adalah Piala Dunia 2010 yang diadakan di Afrika Selatan. Selain itu, beberapa sumber menyebutkan bahwa kata "Zakumi" juga berarti "Datanglah kemari" yang diambil dari beberapa bahasa di Afrika Selatan.

Zakumi Sebagai Maskot Piala Dunia 2010

Leopard alias matjan toetoel dipilih sebagai simbol semangat dan persatuan. Selain itu, benua Afrika yang terkenal dengan kehidupan alam liarnya yang masih terjaga juga menjadi habitat alami bagi hewan yang satu ini. Warna kuning dengan aksen hijau pada tubuh Zakumi mewakili warna bendera dan jersey Afrika Selatan selaku tuan rumah.
Zakumi juga digambarkan sebagai makhluk yang sangat gila bola, makanya dia selalu membawa bola.

Dengan penampilan yang ceria, bersahabat, penuh semangat, dan mudah diingat, Zakumi menjadi semacam idola baru kala itu.
Gambarnya terpampang di mana-mana, mulai dari layar televisi hingga kaos dan sendal jepit. Boneka-boneka Zakumi (dari yang ori seharga ratusan ribu hingga yang harganya cuma Rp5 ribu) juga tidak kalah laris di pasaran.

Boneka Zakumi Pengrajin Boneka Zakumi

Paul si Gurita

Euforia piala dunia 2010 tidak hanya dirasakan oleh bangsa manusia, tetapi juga menyebar ke kingdom lain salah satunya adalah kingdom animalia. Seekor gurita bernama Paul sukses menarik perhatian publik dengan prediksinya. Konon, gurita ini bisa memprediksi negara mana yang akan keluar sebagai juara.

Dulu, saya menonton Paul di televisi (kalau nggak salah di acara berita). Cara Paul melakukan prediksi sangat sederhana sekali. Pertama, akan disediakan dua buah kotak transparan yang di dalamnya berisi semacam makanan. Setiap kotak diberi bendera dari kedua negara yang akan berlaga. Sejurus kemudian, Paul akan memilih dan membuka salah satu kotak, lalu mengambil makanan dari dalam kotak tersebut dengan tentakelnya. Negara yang kotaknya dipilih oleh Paul diprediksi akan menjadi pemenangnya.

Upin & Ipin

Kartun seperti Upin & Ipin juga berperan penting dalam meramaikan piala dunia 2010. Dalam salah satu episodenya (yang saya tidak ingat judulnya), diceritakan warga Kampung Durian Runtuh sedang terkena demam piala dunia. Cerita dimulai dengan obrolan serius ketiga Kage yakni Tok Dalang, Uncle Muthu, dan Uncle Ah Tong tentang piala dunia.
Kemudian diceritakan Upin & Ipin yang nobar piala dunia, Ehsan yang nonton tapi sambil tidur, Mail yang jualan di tempat nobar, Upin & Ipin yang berkhayal menjadi pemain bola, dan masih banyak lagi yang akan sangat panjang kalau saya ceritakan dari awal sampai akhir.

Ternyata Bukan Itu Penyebabnya

Semua yang saya sebutkan di atas adalah hal biasa. Hal-hal seperti itu hampir selalu ada di setiap ajang piala dunia, termasuk piala dunia 2026. Ada Maple, Zayu, dan Clutch yang menjadi maskot piala dunia mewakili Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. Ada 'Dai Dai' yang menjadi official anthem atau lagu resmi, di mana Shakira kembali menjadi penyanyinya seperti pada piala dunia 16 tahun yang lalu. Bahkan tahun ini juga ada binatang peramal yaitu Poti (pake "P" bukan "B"), seekor Jaguar yang turut memprediksi pemenang piala dunia (kalau nggak salah doi milih Argentina). Dan perintilan-perintilan lainnya.

Menurut saya yang membuat piala dunia 2010 terasa begitu istimewa bukanlah perintilannya, melainkan waktu dan keadaannya. Saat itu saya masih berusia 10 tahun, usia di mana pundak masih bersih dari beban kehidupan, pikiran juga masih bersih dari kekhawatiran akan masa depan. Sehingga hal-hal seperti gelaran piala dunia masih terasa begitu nikmat dan begitu membekas hingga saat ini.

Sama seperti bola plastik, layangan, atau kaleci (baca: kelereng). Benda yang sama terasa begitu istimewa pada waktu dan keadaan yang berbeda. Saat ini kita mungkin bisa membeli 10 bola plastik sekaligus untuk ditendang berjamaah di tengah sawah, namun kita tidak akan pernah bisa membeli kenangannya.

Itu saja ocehan nggak jelas saya tentang piala dunia kali ini. Saya ucapkan selamat untuk Spanyol yang kembali menyandang gelar juara dunia setelah menyingkirkan Argentina. Untuk Potty, mohon maaf karena prediksinya meleset.

Kalau Kisanak mau ngoceh juga silakan sampaikan di kolom komentar. Selama bukan jualan apalagi nyepam link, pasti akan saya acc.

kategori artikel
bagikan artikel ini:

Komentar (0)